Apapun pengalaman
yang terjadi pada
kita, kitalah penabur
benihnya, tapi
kebanyakan kita
menabur benih ini
secara tidak sadar,
itu sebabnya kita
sering berpikir
bahwa kita telah
mengalami beberapa
pengalaman yang
tidak seharusnya
terjadi. Peristiwa
kebetulan tidak
pernah terjadi, tidak
ada yang kebetulan.
Ini adalah keadilan
kosmos, bukan
sebuah kekacauan.
Semuanya
sesungguhnya
didasarkan pada
hukum alam yang
mendasar: tak ada
pengalaman yang
terjadi secara
kebetulan. Ya,
kadang-kadang
tampak seolah-olah
itu sebuah
kebetulan, karena
kita mengharapkan
pengalaman yang
lain. Ini adalah salah
satu masalah dalam
pikiran manusia yang
harus dipecahkan:
kita melakukan satu
hal, kita menabur
sebuah benih tapi
kita mengharapkan
sesuatu yang lain.
Kita menabur benih
satu jenis bunga dan
kita mengharapkan
mendapatkan
beberapa jenis
bunga lain, jadi
ketika bunga-bunga
itu datang, kita
menjadi frustrasi.
Tapi bunga itu
datang karena benih
kita, bukan karena
keinginan kita.
Jadi kita harus selalu
ingat bahwa kita
terus-menerus
sedang menciptakan
dunia kita. Ada orang
yang selalu takut
bahwa sesuatu yang
salah akan terjadi,
maka hal itu akan
terjadi! Dan ketika
itu terjadi, mereka
menganggap
ketakutannya itu
terbukti benar.
Namun, dalam
kenyataannya,
merekalah yang
telah membuat hal
itu terjadi. Hal ini
bukan sebaliknya:
bahwa itu telah
terjadi dan
ketakutan mereka
terbukti benar.
Karena mereka
berpikir, terus
berpikir, terus-
menerus
menciptakan impuls
ketakutan itu, benih
dari itu, maka itu
akan terjadi.
Orang yang takut
akan selalu
menemukan situasi
di mana ketakutan
menguasai mereka.
Orang yang
mencintai akan
selalu menemukan
situasi di mana cinta
mereka
berkembang. Karena
eksistensi ini terus
memberikan apa
yang Anda
proyeksikan.
Hidup adalah
proyeksi dari
manusia. Kita adalah
pencipta kehidupan
kita. Tuhan telah
menciptakan
manusia, tetapi
dengan memiliki
kebebasan. Jadi ada
kebebasan yang
esensial dalam diri
Anda, sekarang
terserah pada Anda
untuk memilih apa
yang ingin terjadi
pada Anda dalam
kehidupan dan
kemudian Anda akan
melihat bahwa itu
mulai terjadi.
Setiap hal selalu
terkait dengan yang
lain, setiap hal
mengarah ke yang
lain, dan perlahan-
lahan, perlahan-
lahan Anda telah
memutuskan
mengambil jalan
tertentu; maka
kemudian semua
alternatif lain akan
hilang.
Ketika seorang anak
lahir, semua
alternatif ini menjadi
terbuka, ia bebas
memilih. Dia bisa
menjadi musisi, ia
dapat menjadi
seorang penyair, dia
bisa menjadi pegulat,
ia bisa menjadi
politisi, dia bisa
menjadi apa saja…
seorang Adolf Hitler,
seorang Buddha
Gautama, menjadi
apapun adalah
mungkin.
Tetapi cepat atau
lambat pilihan itu
mulai datang dan ia
mulai bergerak pada
arah tertentu.
Kemudian arah itu
menjadi dunianya.
Jadi selalu ingat:
apapun yang terjadi
kepada Anda, Anda
telah menjadi
penyebabnya.
Kadang-kadang
cukup menyakitkan
menyadari bahwa
Anda adalah
penyebab semua
penderitaan yang
telah terjadi pada
Anda, Anda merasa
sedih. Tetapi tidak
perlu untuk merasa
sedih, karena melalui
itu, Anda sampai
pada pemahaman,
dan kemudian hal-
hal dengan cara yang
sama tidak perlu lagi
terjadi pada Anda.
Anda dapat
mengubahnya, Anda
dapat mengatur
hidup Anda dengan
cara yang berbeda.
Anda dapat hidup
dengan cara yang
berbeda, Anda bisa
menjadi orang-orang
yang berbeda sama
sekali! Dan hal kedua
yang harus diingat:
untuk apapun yang
terjadi apakah itu
berupa rasa sakit,
musibah, atau
apakah itu membuat
Anda bahagia, selalu
bersyukur. Karena
kadang-kadang rasa
sakit diperlukan
untuk pertumbuhan,
tapi kesenangan
tidak.
Jadi apapun yang
terjadi, Buatlah
kesempatan untuk
tumbuh. Gunakan
kesempatan itu
sebagai batu
loncatan untuk
sesuatu yang lebih
tinggi. Ketika
seorang teman
meninggal, ada duka
cita, ada kesedihan
dan penderitaan,
tetapi gunakan
kesempatan itu.
Renungkan
kematian. Semua
orang akan mati.
Jadi ingat bahwa
kematian selalu ada,
jangan lupa.
Kematian teman
Anda telah
mengingatkan Anda
tentang fenomena
yang sangat, sangat
penting bahwa
kematian itu selalu
ada di sana.
Jangan menjalani
hidup Anda tanpa
mencatat bahwa
kematian adalah
pengingat di
dalamnya. Mungkin
tuhan telah memberi
Anda pesan untuk
bersiap-siap: Teman
Anda telah tiada, dan
Anda juga akan pergi
suatu hari, jadi
persiapkan diri untuk
kematian!
Kita harus belajar
dari kematian
sebanyak atau
bahkan lebih dari
kita harus belajar
dari kehidupan,
karena kehidupan
adalah bagian kecil,
kematian adalah
luas. Hidup adalah
urusan kecil, urusan
tujuh puluh tahun di
mana sepertiganya
akan hilang dalam
tidur, sepertiga
lainnya akan hilang
dalam mencari
penghasilan,
sepertiga lainnya
dalam kebodohan
lain….Tidak banyak
yang tersisa! Ini
bukan hal yang
besar, itu adalah
fenomena yang
sangat kecil,
dibandingkan dengan
kematian itu tidak
ada apa apanya.
Kematian adalah
keabadian.
Dan kita
mempersiapkan
kehidupan, kita
mengirimkan anak-
anak ke sekolah dan
perguruan tinggi dan
universitas, selama
dua puluh lima tahun.
Jika mereka hidup
sampai usia tujuh
puluh lima, kita
memberikan
sepertiganya untuk
persiapan. Persiapan
apa yang kita buat
untuk kematian?
Dan kita akan pergi
melalui suatu
perjalanan panjang.
Bagaimana kita
mepersiapkan untuk
itu? Jadi ketika
seorang teman
meninggal, itu adalah
pengingat untuk
sekarang menjadi
sadar, bahwa
kematian itu ada dan
Anda tidak bisa
lupakan begitu saja.
Dan dengan
melupakan, tidak
ada yang akan
membantu Anda,
kematian pasti akan
datang! Jangan
menyembunyikan
kepala seperti
burung unta.
Anda dapat
menyembunyikan
diri dari kematian
tetapi kematian
pasti akan datang,
tidak tergantung
apakah Anda
menyembunyikan
atau tidak, tidak ada
bedanya. Bahkan,
jika Anda tidak
menyembunyikan,
Anda mungkin lebih
mampu
menghadapinya,
untuk menerima hal
itu. Dan mereka-
mereka yang telah
menerima kematian
telah mencapai
keabadian, karena
keabadian hanya
dapat diketahui
hanya dengan
menerima kematian.
Hanya dengan
menerima kematian
kita dapat melihat
bahwa ada sesuatu
di dalam, yang tidak
pernah mati. Jadi
ketika seorang
teman meninggal,
renungkan tentang
kematian. Pikirkan
tentang kehidupan
Anda sendiri, pikirkan
tentang prioritas
Anda lagi, bagaimana
Anda telah menyia-
nyiakan hidup Anda.
Tata ulang itu;
berikan gaya baru
dan bentuk baru di
mana kematian
menjadi hal yang
selalu diperhatikan.
Rencanakan
kehidupan di sekitar
kematian, dan
kemudian Anda
menggunakan
kesempatan itu. Jadi
meskipun kadang
Anda merasa bahwa
peristiwa-peristiwa
yang dialami tidak
seperti yang
seharusnya, gunakan
kesempatan itu.
Inilah yang saya
sebut cara kreatif
sannyasin :
menggunakan segala
jenis kemungkinan
yang hadir dan
mengubah kualitas
mereka.
»» READMORE...
yang terjadi pada
kita, kitalah penabur
benihnya, tapi
kebanyakan kita
menabur benih ini
secara tidak sadar,
itu sebabnya kita
sering berpikir
bahwa kita telah
mengalami beberapa
pengalaman yang
tidak seharusnya
terjadi. Peristiwa
kebetulan tidak
pernah terjadi, tidak
ada yang kebetulan.
Ini adalah keadilan
kosmos, bukan
sebuah kekacauan.
Semuanya
sesungguhnya
didasarkan pada
hukum alam yang
mendasar: tak ada
pengalaman yang
terjadi secara
kebetulan. Ya,
kadang-kadang
tampak seolah-olah
itu sebuah
kebetulan, karena
kita mengharapkan
pengalaman yang
lain. Ini adalah salah
satu masalah dalam
pikiran manusia yang
harus dipecahkan:
kita melakukan satu
hal, kita menabur
sebuah benih tapi
kita mengharapkan
sesuatu yang lain.
Kita menabur benih
satu jenis bunga dan
kita mengharapkan
mendapatkan
beberapa jenis
bunga lain, jadi
ketika bunga-bunga
itu datang, kita
menjadi frustrasi.
Tapi bunga itu
datang karena benih
kita, bukan karena
keinginan kita.
Jadi kita harus selalu
ingat bahwa kita
terus-menerus
sedang menciptakan
dunia kita. Ada orang
yang selalu takut
bahwa sesuatu yang
salah akan terjadi,
maka hal itu akan
terjadi! Dan ketika
itu terjadi, mereka
menganggap
ketakutannya itu
terbukti benar.
Namun, dalam
kenyataannya,
merekalah yang
telah membuat hal
itu terjadi. Hal ini
bukan sebaliknya:
bahwa itu telah
terjadi dan
ketakutan mereka
terbukti benar.
Karena mereka
berpikir, terus
berpikir, terus-
menerus
menciptakan impuls
ketakutan itu, benih
dari itu, maka itu
akan terjadi.
Orang yang takut
akan selalu
menemukan situasi
di mana ketakutan
menguasai mereka.
Orang yang
mencintai akan
selalu menemukan
situasi di mana cinta
mereka
berkembang. Karena
eksistensi ini terus
memberikan apa
yang Anda
proyeksikan.
Hidup adalah
proyeksi dari
manusia. Kita adalah
pencipta kehidupan
kita. Tuhan telah
menciptakan
manusia, tetapi
dengan memiliki
kebebasan. Jadi ada
kebebasan yang
esensial dalam diri
Anda, sekarang
terserah pada Anda
untuk memilih apa
yang ingin terjadi
pada Anda dalam
kehidupan dan
kemudian Anda akan
melihat bahwa itu
mulai terjadi.
Setiap hal selalu
terkait dengan yang
lain, setiap hal
mengarah ke yang
lain, dan perlahan-
lahan, perlahan-
lahan Anda telah
memutuskan
mengambil jalan
tertentu; maka
kemudian semua
alternatif lain akan
hilang.
Ketika seorang anak
lahir, semua
alternatif ini menjadi
terbuka, ia bebas
memilih. Dia bisa
menjadi musisi, ia
dapat menjadi
seorang penyair, dia
bisa menjadi pegulat,
ia bisa menjadi
politisi, dia bisa
menjadi apa saja…
seorang Adolf Hitler,
seorang Buddha
Gautama, menjadi
apapun adalah
mungkin.
Tetapi cepat atau
lambat pilihan itu
mulai datang dan ia
mulai bergerak pada
arah tertentu.
Kemudian arah itu
menjadi dunianya.
Jadi selalu ingat:
apapun yang terjadi
kepada Anda, Anda
telah menjadi
penyebabnya.
Kadang-kadang
cukup menyakitkan
menyadari bahwa
Anda adalah
penyebab semua
penderitaan yang
telah terjadi pada
Anda, Anda merasa
sedih. Tetapi tidak
perlu untuk merasa
sedih, karena melalui
itu, Anda sampai
pada pemahaman,
dan kemudian hal-
hal dengan cara yang
sama tidak perlu lagi
terjadi pada Anda.
Anda dapat
mengubahnya, Anda
dapat mengatur
hidup Anda dengan
cara yang berbeda.
Anda dapat hidup
dengan cara yang
berbeda, Anda bisa
menjadi orang-orang
yang berbeda sama
sekali! Dan hal kedua
yang harus diingat:
untuk apapun yang
terjadi apakah itu
berupa rasa sakit,
musibah, atau
apakah itu membuat
Anda bahagia, selalu
bersyukur. Karena
kadang-kadang rasa
sakit diperlukan
untuk pertumbuhan,
tapi kesenangan
tidak.
Jadi apapun yang
terjadi, Buatlah
kesempatan untuk
tumbuh. Gunakan
kesempatan itu
sebagai batu
loncatan untuk
sesuatu yang lebih
tinggi. Ketika
seorang teman
meninggal, ada duka
cita, ada kesedihan
dan penderitaan,
tetapi gunakan
kesempatan itu.
Renungkan
kematian. Semua
orang akan mati.
Jadi ingat bahwa
kematian selalu ada,
jangan lupa.
Kematian teman
Anda telah
mengingatkan Anda
tentang fenomena
yang sangat, sangat
penting bahwa
kematian itu selalu
ada di sana.
Jangan menjalani
hidup Anda tanpa
mencatat bahwa
kematian adalah
pengingat di
dalamnya. Mungkin
tuhan telah memberi
Anda pesan untuk
bersiap-siap: Teman
Anda telah tiada, dan
Anda juga akan pergi
suatu hari, jadi
persiapkan diri untuk
kematian!
Kita harus belajar
dari kematian
sebanyak atau
bahkan lebih dari
kita harus belajar
dari kehidupan,
karena kehidupan
adalah bagian kecil,
kematian adalah
luas. Hidup adalah
urusan kecil, urusan
tujuh puluh tahun di
mana sepertiganya
akan hilang dalam
tidur, sepertiga
lainnya akan hilang
dalam mencari
penghasilan,
sepertiga lainnya
dalam kebodohan
lain….Tidak banyak
yang tersisa! Ini
bukan hal yang
besar, itu adalah
fenomena yang
sangat kecil,
dibandingkan dengan
kematian itu tidak
ada apa apanya.
Kematian adalah
keabadian.
Dan kita
mempersiapkan
kehidupan, kita
mengirimkan anak-
anak ke sekolah dan
perguruan tinggi dan
universitas, selama
dua puluh lima tahun.
Jika mereka hidup
sampai usia tujuh
puluh lima, kita
memberikan
sepertiganya untuk
persiapan. Persiapan
apa yang kita buat
untuk kematian?
Dan kita akan pergi
melalui suatu
perjalanan panjang.
Bagaimana kita
mepersiapkan untuk
itu? Jadi ketika
seorang teman
meninggal, itu adalah
pengingat untuk
sekarang menjadi
sadar, bahwa
kematian itu ada dan
Anda tidak bisa
lupakan begitu saja.
Dan dengan
melupakan, tidak
ada yang akan
membantu Anda,
kematian pasti akan
datang! Jangan
menyembunyikan
kepala seperti
burung unta.
Anda dapat
menyembunyikan
diri dari kematian
tetapi kematian
pasti akan datang,
tidak tergantung
apakah Anda
menyembunyikan
atau tidak, tidak ada
bedanya. Bahkan,
jika Anda tidak
menyembunyikan,
Anda mungkin lebih
mampu
menghadapinya,
untuk menerima hal
itu. Dan mereka-
mereka yang telah
menerima kematian
telah mencapai
keabadian, karena
keabadian hanya
dapat diketahui
hanya dengan
menerima kematian.
Hanya dengan
menerima kematian
kita dapat melihat
bahwa ada sesuatu
di dalam, yang tidak
pernah mati. Jadi
ketika seorang
teman meninggal,
renungkan tentang
kematian. Pikirkan
tentang kehidupan
Anda sendiri, pikirkan
tentang prioritas
Anda lagi, bagaimana
Anda telah menyia-
nyiakan hidup Anda.
Tata ulang itu;
berikan gaya baru
dan bentuk baru di
mana kematian
menjadi hal yang
selalu diperhatikan.
Rencanakan
kehidupan di sekitar
kematian, dan
kemudian Anda
menggunakan
kesempatan itu. Jadi
meskipun kadang
Anda merasa bahwa
peristiwa-peristiwa
yang dialami tidak
seperti yang
seharusnya, gunakan
kesempatan itu.
Inilah yang saya
sebut cara kreatif
sannyasin :
menggunakan segala
jenis kemungkinan
yang hadir dan
mengubah kualitas
mereka.